Korupsi Oknum Pejabat Bea dan Cukai Sudah Terstruktur , Sistematis dan Masif

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menjadi sorotan warganet di media sosial akibat beberapa masalah. Salah satu kasus yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial adalah;

– pengalaman Fatimah Zahratunnisa, seorang penyanyi, yang menerima tagihan pajak sebesar Rp4 juta setelah mengirimkan piala sebagai hadiah yang dimenangkannya dalam sebuah kompetisi menyanyi di Jepang pada 2015.

– Hal yang sama juga dialami oleh Kris Antoni, seorang game developer Indonesia, yang memenangkan penghargaan di San Francisco pada 2013, tetapi pialanya dikenakan pajak. Unggahan Kris Antoni direspon negatif oleh salah satu pegawai Bea dan Cukai, Widy Heriyanto, yang kemudian dikecam oleh beberapa netizen yang meminta pihak DJBC untuk memecatnya.

Selain itu, sebuah surat terbuka yang diatasnamakan oleh Pegawai Bea Cukai Kualanamu Sumatera Utara membongkar modus para pejabatnya yang melakukan korupsi dari pendaftaran IMEI handphone dan tablet yang masuk ke Indonesia.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa modus yang digunakan oleh para oknum pejabat Bea dan Cukai ini sudah terstruktur, sistematis dan masif sejak Januari. Beberapa warganet yang merespons hal ini meminta tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memberantas korupsi tersebut dan menuntut Bea Cukai untuk menjadi institusi yang lebih baik.

Team Creative Radio Online

Kirim solusi dan komentar dibawah ini, untuk membangun jatidiri bangsa..;

Leave a comment